Konektivitas Lintas Generasi

Persistensi Jaringan Jalan dan Kualitas Walkability Kawasan Stasiun Semut Surabaya

Authors

  • Waffiq Wildany Petra Christian University, Surabaya, Indonesia Author
  • Rony Gunawan Sunaryo Atma Jaya University, Yogyakarta, Indonesia Author
  • Agus Dwi Hariyanto Petra Christian University, Surabaya, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.9744/acesa.v8i2.00157

Keywords:

Walkability , Pedestrian Shed , Elemen Persisten, Stasiun Semut

Abstract

Abstrak

Paper ini bertujuan untuk mengidentifikasi jaringan jalan persisten di kawasan Stasiun Semut Surabaya yang merupakan kawasan bersejarah dan simpul mobilitas kota serta menganalisis kualitas walkability-nya. Metode yang digunakan berupa analisis urban tissue, identifikasi elemen persisten, analisis kualitas walkability melalui pendekatan pedestrian shed secara kuantitatif dan analisis tipologi jalur pedestrian secara kualitatif. Wilayah penelitian adalah peta berskala 1×1 km yang berpusat pada titik masuk stasiun semut. Temuan 8 dari 16 jalan yang menjadi rute pejalan kaki dalam kawasan stasiun semut merupakan jalan persisten, membuktikan bahwa struktur walkability kawasan ini ditopang oleh jaringan yang telah terbentuk dari abad ke 19. Namun demikian, hampir seluruh jalur pedestrian di jalan persisten menunjukkan kondisi yang belum optimal sehingga kawasan Stasiun Semut dapat dikategorikan walkable secara struktural namun belum walkable secara experiential. Temuan ini menunjukkan urgensi intervensi desain pedestrian yang berorientasi pada kualitas melalui variabel fisik dan fungsional, kenyamanan, keamanan, dan daya tarik pedestrian, bukan sekadar ketersediaan jaringan jalan.

Abstract

This paper aims to identify the persistent street network in the Stasiun Semut District Surabaya, a historic area and urban mobility hub, and to analyze its walkability quality. The method consists of urban tissue analysis, identification of persistent elements, quantitative walkability analysis through the pedestrian shed approach, and qualitative analysis of pedestrian pathway typology. The study area is a 1×1 km map centered on the entrance point of Stasiun Semut. Findings show that 8 of the 16 streets serving as pedestrian routes within the district are persistent streets, proving that the area's walkability structure is supported by a network formed since the 19th century. However, nearly all pedestrian pathways along these persistent streets show conditions that are not yet optimal, categorizing the Stasiun Semut District as structurally walkable but not yet experientially walkable. These findings underline the urgency of quality oriented pedestrian design interventions through physical and functional condition, comfort, safety, and pedestrian attractiveness, rather than street-network availability alone.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andana, M. L., Afhimma, I. Y., & Ashiva, S. N. (2021). Perkembangan tata kota Surabaya pada tahun 1870–1940. Historiography: Journal of Indonesian History and Education, 1(2), 146–155. https://doi.org/10.17977/um081v1i22021p146-155

Anwari, I. R. M. (2017). Sistem transportasi darat perkotaan Surabaya masa kolonial 1900–1942. Mozaik Humaniora, 17(2), 214–237. https://doi.org/10.20473/mozaik.v17i2.33853

Darjosanjoto, E. T. S. B. (2005). Kembang Jepun: Jalan dominan Kota Surabaya. DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment, 33(2). https://dimensi.petra.ac.id/index.php/ars/article/view/16354

Eigner, & Bawole, P. (2022). Kajian kualitas walkability di koridor jalur wisata Kota Yogyakarta: Studi kasus koridor Jalan Panembahan Senopati, Jalan Sultan Agung dan Jalan Kusumanegara. ATRIUM: Jurnal Arsitektur, 8(3), 211–222. https://doi.org/10.21460/atrium.v8i3.181

Endarwati, M. C., Setyawan, A., & Marison, O. (2018). Penilaian walkability score index pada pusat pelayanan dalam menuju Kota Malang berkelanjutan. Seminar Nasional Kota Berkelanjutan, 174–194. https://doi.org/10.25105/psnkb.v1i1.2898

Firdaus, T., Rukmi, W. I., & Purnamasari, W. D. (2026). Walkability jalur pejalan kaki di koridor Jalan Mojopahit Kota Mojokerto berdasarkan tingkat kepuasan pengguna. Journal of Environment Infrastructure and Information System, 2(2), 197–204.

Kropf, K. (2017). The handbook of urban morphology. John Wiley & Sons. https://doi.org/10.1002/9781118747711

Leather, J., Fabian, H., Gota, S., & Mejia, A. (2011). Walkability and pedestrian facilities in Asian cities: State and issues. Asian Development Bank.

Mehta, V. (2008). Walkable streets: Pedestrian behavior, perceptions and attitudes. Journal of Urbanism: International Research on Placemaking and Urban Sustainability, 1(3), 217–245. https://doi.org/10.1080/17549170802529480

Mulyadi, A. M. (2020). Analisis nilai walkability pada fasilitas pejalan kaki di kawasan transit oriented development (TOD). Jurnal Jalan-Jembatan, 37(2), 116–129.

Romice, O., Porta, S., & Feliciotti, A. (2020). Masterplanning for change: Designing the resilient city. RIBA Publishing. https://doi.org/10.4324/9781003021490

Rossi, A. (1982). The architecture of the city. MIT Press.

Saputri, D. A., & Tantyo, M. A. F. N. (2024). Evaluasi kualitas jalur pedestrian dengan menggunakan walkability analysis di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya. G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, 8(1), 174–185. https://doi.org/10.33379/gtech.v8i1.3549

Setyawan, A. I. B. (2025). Stasiun Semut: Sengketa antara pengusaha dan PT KAI dalam transformasi stasiun menjadi pertokoan 2001–2014. Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah, 16(4). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/72164

Siswanto, A. H., & Sunaryo, R. G. (2023). Pemetaan street connectivity dan walkability pada kawasan Tunjungan Surabaya. Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture, 5(1), 28–37. https://doi.org/10.9744/acesa.v5i1.13425

Speck, J. (2013). Walkable city: How downtown can save America, one step at a time. North Point Press.

Suwarlan, S. A. (2022). Analisis potensi Kota Nganjuk sebagai livable city melalui teknik walk through dan ped shed. Jurnal Wilayah dan Kota, 8(1), 23–38. https://doi.org/10.34010/jwk.v9i01.6664

Ujang, N., & Muslim, Z. (2015). Walkability and attachment to tourism places in the city of Kuala Lumpur, Malaysia. Athens Journal of Tourism, 2(1), 55–67. https://doi.org/10.30958/ajt.2-1-4

Wijaya, C. K. E., Sunaryo, R. G., & Hariyanto, A. D. (2024). Kualitas walkability pusat Kota Banyuwangi. AGORA: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti, 22(1), 109–123. https://doi.org/10.25105/agora.v22i1.19524

Downloads

Published

2026-09-25